Sabtu, 20 April 2013

Sejarah Tenis Meja (Internasional)


Tenis meja adalah suatu olahraga yang termasuk bola kecil permainan ini biasa dimainkan di dalam ruangan (Indoor). Permainan tenis meja atau pingpong adalah suatu olahraga yang dimainkan oleh dua orang (tunggal) atau dua pasangan (ganda) yang berlawanan. permainan ini menggunakan Permainan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bat, sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja.

Permainan tenis meja mulanya dikenal sebagai hiburan ringan bagi masyarakat.namun dari mana asal permainan ini kapan dan siapa yang mula-mula menciptakannya, diperoleh keterangan dari beberapa sumber sebagai berikut :

  1. Pada zaman purbakala, di Iran permainan ini menggunakan kayu untuk memukul bola dari usus binatang yang di isi angin. 
  2. Bangsa Prancis pada abad ke XII, bolanya terbuat dari kertas diktat dan dipukul dengan tangan. 
  3. Bangsa India, menggunakan bola bersayap bulu dan pemukulnya kayu yang dibungkus dengan kulit binatang menjangan. 
  4. Di Republik Rakyat Cina, nama resmi olahraga ini ialah "bola ping pong" (Tionghoa : 乒乓;Pinyin : pīngpāng qiú) 
  5. Beberapa sumber mengatakan bahwa permainan ini berasal dari inggris.berasal dari permainan tenis kuno pada abad pertengahan seperti ’gossima dan whiff whaff” dikembangkan oleh angkatan bersejata Inggris yang berkedudukan di India sebagai rekreasi di waktu senggang. Meja yang di gunakan belum ada ukuran dan net terbuat dari tali sepatu boat, alat pemukulnya terbuat dari serpihan kayu yang menyerupai raket seperti yang di gunakan  untuk bermain tenis. 
  6. Pada abad ke 19 sudah digemari di Inggris dan Eropa. Di Amerika serikat sudah mulai banyak dilakukan. Pada waktu di beri nama “gossima” atau “ping-pong”.
Pada tahun 1990 permainan tenis meja disempurnakan oleh negara-negara Eropa Barat. Permainan ini menjadi popular pada tahun 1905 E.C. Goode dari London memperkenalkan raket dengan permukaan karet. Tanggal 15 januari 1926 atas perkasa Dr. Georg Lehnman dari Jerman di bentuk satu organisasi tenis meja tingkat internasional dengan singkatan ITTF (International Table Tennis Federation) dengan presiden nya Hon Ivor Montagu dari Inggris. Negara –negara anggotanya pada waktu itu adalah :

  1. Inggris. 
  2. Jerman 
  3. Polandia 
  4. Perancis 
  5. Cekoslavia 
  6. Swedia 
  7. India 
  8. Jepang
Pada tahun (1926) diadakan kejuaraan Eropa bertempat di Memorial Hall Street dengan peserta :

  1. Austria  
  2. Cekoslowakia 
  3. Denmark 
  4. Inggris 
  5. Jerman 
  6. Hungaria 
  7. India 
  8. Swedia 
  9. Wales
Tanggal 12 Desember 1926 negara-negara Eropa dianggap atau dijadikan sebagai kejuaraan dunia pertama.  Tahun 1939 terdaftar 28 Asosiasi/Negara sebagai anggota ITTF. Selajutnya kejuaraan dunia diadakan setahun sekali hingga ke 13 tahun 1938, sampai tahun 1945 tidak dapat di lanjutkan karna perang dunia. Baru pada tahun 1946 kejuaraan dunia yang ke 14 di Paris (Perancis) sampai 1955. Sejak itu terjadi perubahan menjadi 2 tahun sekali hingga ke 41 tahun 1991 di Chiba, Jepang. Pada tahun 1991 terjadi perubahan dalam system pertandingan untuk beregu putra yang biasanya mempertandingan 9 partai menjadi 5 partai. Rencana perubahanya sendiri dilakukan pada tahun 1989, yaitu pada kongres ITTF, setelah final kejuaraan dunia pada waktu itu antara cina dan Swedia yang berlangsung hampir 6 jam. 

Semoga Bermanfaat

Sejarah Tenis Meja di Asia dan Indonesia


Permainan tenis meja memasuki asia melalui RRC, Jepang dan Korea. Permainan ini masuk ke asia selain India tahun 1910. Namun usaha – usaha terorganisir  untuk memperkokoh kepentingan tenis meja baru berakar pada waktu diselenggarakannya kejuaraan dunia di Bombai pada bulan februari tahun 1952. Negara-Negara asia memutuskan untuk membentuk Federasi Tenis Meja Asia yang dalam bahasa inggris lebih dikenal dengan The Table Federation of Asia. Federasi ini telah menyelenggarakan dengan sukses 10n kejuaraan Asis yaitu :



  1. di Singapura tahun 1952 
  2. di Tokyo tahun 1953 
  3. di Singapura tahun 1954 
  4. di Manila tahun 1957 
  5. di Bombay tahun 1960 
  6. di Manila tahun 1963 
  7. di Seoul tahun 1964 
  8. di Singapura tahun 1967 
  9. di Jakarta tahun 1069 
  10. di Nagoya tahun 1970

Pada bulan maret 1972 perwakilan dari asosiai tenis meja cina, DPR Korea dan jepang bertemu khusus untuk mengamil inisiatif mengadakan pertemuan pendahuluan dilakukan dan dihadiri oleh delegasi dari 16 negara yaitu : kamboja, Cina, DPR Korea, Iran, Irak, Jepang, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Nepal, Pkistan, palestina, singapura, srilanka, siria dan Vietnam.



Pertemuan itu membentuk Asian Table Tennis Union (ATTU) pada tanggal 7 mai 1972. Pertemuan itu menerima komunike dan anggaran dasar searta memilih pengurus ATTU. Kejuaraan pertama dimasa ATTU di Beijing bulan September 1972. 6 kongres ATTU dan kejuaran asia diselenggarakan dengan sukses di :



  1. Beijing 
  2. Yokahama 
  3. Pyong-yang
  4. Kuala Lumpur 
  5. Calcuta 
  6. Jakarta, sejak tahun 1972 sampai 1982

Tujuan dari dibentuknya ATTU adalah :


  • Untuk mempererat tali persaudaraan antar pemain tenis meja dan rakyat dari Negara-negara dan memperdalam hubungan persahabatan dengan benua-benua lain. 
  • Untuk mempertinggi popularitas, pengembangan dan prestasi tenis meja di Asia.
Permainan tenis meja di Indonesia dikenal pada tahun 1903. Pada masa itu hanya golongan tertentu dari golongan pribumi yang dapat latihan. Pada tahun 1939 sebelum perang dunia pecah tokoh-tokoh pertenismejaan mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia). Pada tahun 1958  dalam kongresnya di Surakarta PPPSI berubah menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia). Tahun 1960 PTMSI telah menjadi anggota TTFA. PTMSI sangat pesat perkembangannya dapat dilihat dari banyaknya perkumpulan tenis meja  berdiri, misalnya di : PORDA, PON, POMDA, PORSENI di tingkat SD, SLTP, SLTA dan lain-lain. Indonesia selalu diundang dalam kejuaraan kejuaraan dunia resmi setelah Indonesia terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961. 


Semoga Bermanfaat 

Sarana dan Prasarana Tenis Meja

  • Alat Pemukul (Bet)
    Terdiri dari kayu (wood) dan karet.
    Pemukul kayu (wood)
    Agar pemain berprestasi maksimal, maka pemukul kayunya sangat diperhatikan sesuai dengan tipe pemain begitu juga dengan karetnya.

Beberapa merek bet tanpa karet berikut karakteristiknya produksi buttefly :
  1. Tamca gergelyPantulanya cepat dibandingkan dari merek lain, beratnya 95 gram dibuat dari kayu cemara dan di campur dengan carbon dan plastic, cocok untu pemain-pemain serang cepat 
  2. Tamaropal
    Terdiri dari  satu lapis, terbuat dari kayu cemara, cocok untuk pemain cepat beratnya 100 gram.
  3. Power Drive
    Terbuat dari lapisan kayu pohon cemara berwarna gelap, beratnya 95 gram.
  • Karet
    Secara umum karet tenis meja dapat dibedakan atas 4 macam, yaitu :


    1. Hard pimpled rubber yaitu karet berbintik keluar tanpa spon. 
    2. Inverted (pips in) sponge rubber yaitu permukaan karet yang dilapisi spon dengan bintik bintik menghadap ke dalam.  
    3. Sandwich (pips ot) sponge rubber yaitu permukaan karet yang dilapisi spon dengan bintik-bintik menghadap keluar  
    4. Anti topspin sponge rubber yaitu permukaan karet yang dilapsi spon yang berfungsi untuk menetralisir bola bola topspin yang tajam.
  • Standard Bet Tenis Meja
    1. Berat bet tenis meja kurang lebih : 150 gram
    2. Daun bet datar dan dan 85% dari kayu 
    3. Tebal bet busa karet biasa adalah 2 mm 
    4. Tebal bet karet bintik maksimal 4 mm 
    5. Tulisan ittf di karet bet
  • MEJA
  1. Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 2,74 m, lebar 1,525 m, dan tinggi 76 cm. 
  2. Permukaan permainan boleh terbuat dari bahan apapun, asal dapat memantul bola dengan rata dijatuh kan dari 30 cm kembali keatas setingginya 23 cm. 
  3. Permukaan permainan harus berwarna gelap dan pudar ditambah garis putih selebar 2 cm sepanjang tiap sisi meja.
  • Net
    1. Tinggi net tenis meja : 15,25 cm 
    2. Jarak tiang dari net meja : 15,25 cm 
     
  • Bola
  1. Diameter bola tenis meja : 40 mm 
  2. Berat bola tenis meja : 25 gram
  3. Warna bola tenis meja : putih, orange dan tidak mengkilat
Semoga Bermanfaat

Teknik dasar Tenis Meja

Teknik dasar permainan tenis meja dapat dibedakan menjadi :
  • GRIP
  • STANCE 
  • STROKE 
  • FOOTWORK
  1. GRIP
    Dalam permainan tenis meja peganagan atau grip telah menimbulkan perbedaan bagi pelatih peganagan yang sering di pakai yaitu :
  • Shakehand grip
  • Penhold grip
Deskripsi Gerakan Fore Hand Drive 
  • Kaki kiri di depan 
  • Kaki kanan dibelakang ( bagi pemain tangan kanan, sedangkan pemain tangan kiri sebaliknya ) 
  • Badan menyorong ± 45 º dengan lutut di bengkokkan. 
  • Bet ditarik kesamping belakang. 
  • Kepala bet menghadap serong ketanah dengan lengan agak kebawah. 
  • Pergelangan tangan agak dibengkokkan.
Diskripsi Gerakan Back Hand Drive
  • Kakai berada didepan 
  • Kaki kiri berada dibelakang ( bagi pegangan tangan kanan, dan bagi tangan kiri sebaliknya ). 
  • Badan menyerong kekiri dan dan lutut dibengkokkan. 
  • Bet kesamping badan dekat pinggang sebelah kiri hingga lengan keatas 
  • Pergelangan tangan tidak dibengkokan 
-  Beberapa perbedaan antara Fore Hand dan Back Hand Drive
Walaupun pada dasar Back Hand Drive adalah kebaikan dari Fore Hand Drive, terdapat bebera perbedaan teknik pukulan, antara lain :
 
  • Pegangan sedikit berbeda. Khusus wanita menggunakan ibu jari kearah dalam bet (blade) untuk memperoleh extra support dalam melakukan  back hand drive. 
  • Ayunan tangan kebelakang lebih pendek agar lebih cepat tetapi pukulan tidak sekeras pada Fore Hand Drive. 
  • Posisi badan lebih dekat ke bola dari  pada Fore Hand Drive. 
  • Jangkuan Fore Hand Drive yang menyilang tubuh, sedangkan Fore hand tidak menyilang tubuh.
FLICK
Flick berarti  menjetik atau mencukil. Teknik pukulan ini di gunakan mengembalikan bola dekat dengan net dengan pukulan serang, teknik ini memerlukan feksibilitas yang baik dari pergelangan tangan.
Tahap – tahap melakukan flick
  • Posisi kaki kanan didepan untuk dapat mengembalikan bola yang ditempatkan dekat net.
  • Gerakan lengan harus pendek dan cepat 
  • Luruskan lengan pada akhir pukulan setelah memutar pergelangan tangan 
  • Pindahkan berat badan dari kaki belakang ke kaki depan.
  • Posisi bet harus vertical pada saat perkenaan bola.

Peraturan Permainan Tenis Meja


Permainan tunggal
  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu
  • Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 2
  • Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapangan
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16 
Permainan ganda
  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu
  • Servis bergantian setiap poin kelipatan 5
  • Pemain bergantian menerima bola dari lawan
  • Pemegang servis hanya bisa menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 21, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 24-26, 22-24 
Poin Pada Tenis Meja
  • Jika lawannya gagal melakukan servis yang benar
  • Jika lawannya gagal mengembalikan bola dengan benar 
  • Jika sebelum bola dipukul oleh lawannya, bola menyentuh apa saja selain net sebelum dipukul oleh lawannya
  • Jika setelah dipukul oleh lawan (bola yang datang) bola telah berada di luar permukaan meja tanpa menyentuh meja
  • Jika lawanya mennyentuh bola 
  • Jika memukul bola dengan sisi daun raket yang tidak tertutupi karet atau tidak sesia dengan ketentuan
  • Jika lawan memukul bola dua kali secara berurutan
  • Jika lawanya atau apa saja yangdipakaiannya menggerakan permukaan meja
  • Jika lawannya atau apa saja yang dipakai menyentuh net
  • Jika tangan bebas lawanya memukul bola diluar dari urutannya
Suatu Let Tenis Meja 
  • Reli dinyatakan let 
  • Jika pada saat servis, bola melewati net dan menyentuhnya, kemudian bola masuk atau dipukul oleh penerima atau pasangannya
  • Jika servis dilakukan pada saat penerima atau pasangannya belum siap, dan baik penerima atau pasangannya belum siap, dan baik penerima atau pasangannya tidak berusaha memukul mengembalikan
  • Jika gagal melakukan servis atau mengembalikannya dengan benar, atau jika sesuai dengan peraturan bahwa hal tersebut disebabkan gangguan dari luar
  •  Jika permainan di stop oleh wasit atau pembantu wasit
Semoga Bermanfaat